Aku
hanya laki laki dengan segala kekurangan. Aku tahu, aku bukanlah laki laki seperti
yang kamu inginkan, seperti yang kamu impikan. Aku hanya laki laki biasa. Kita
bertolak belakang. Dan aku paham, kenapa kamu bisa sampai pergi meninggalkan
aku, bahkan sebelum kisah kita dimulai.
Pertemuan
itu, membuat aku mengerti dan bisa merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta pada
pandangan pertama. Tanpa melihat cinta itu dengan siapa, tanpa meraba bagaimana
dia, dan tanpa mendengarkan alasan apa bisa sampai jatuh cinta kepadanya.
Pertemuan yang begitu cepat, begitu
berarti bagiku, meskipun tidak bagimu.
Kamu
tahu? Kamu adalah wanita yang dapat merubah jalan hidupku. Menjadi lebih
baik dari sebelumnya. Menjadi laki laki dewasa yang mampu ingat kepada-Nya. Walau
kamu tidak ada niat untuk merubahku. Walau kamu tidak pernah ada lagi
didekatku, dan melakukan perubahan itu. Tapi, sosokmu yang baik, sosokmu yang
aku dambakan, membuat aku malu terhadap diriku sendiri.
Kamu
tahu kenapa aku bisa berubah seperti ini? Sosokmu yang misterius, membuat aku
penasaran untuk selalu mengikuti bagaimana hari – harimu, bagaimana kehidupanmu
dan bagaimana kamu. Meskipun itu dari kejauhan. Meskipun kamu tidak pernah tahu
itu. Sosokmu, telah menarik perasaanku. Perasaan yang selalu aku jaga untuk
diriku sendiri selama ini. Sekarang harus aku bagi dengan seseorang, yaitu
kamu. Walaupun kamu tidak menginginkan itu.
Hanya
saja perasaan ini terlalu sederhana bagimu, sehingga selalu kau abaikan dan kau
tinggalkan dengan menggantungkan harapan yang tidak benar – benar ada. Harapan
yang tidak nyata tapi bagiku itu terasa.
Kamu
terlalu jauh untuk aku rengkuh. Untuk aku gapai. Untuk aku kejar. Apalagi aku
berharap bisa merengkuh perasaanmu yang tidak pernah bisa aku pahami itu.
Bahkan tidak ada harapan untuk bisa memiliki itu.
Dari
apa yang aku ceritakan, tak mungkin jika aku tidak memiliki perasaan lebih
untukmu. Meski kamu tidak pernah mengingat aku dipikiranmu, tapi setiap malam
aku hanya berharap suatu hari nanti kamu ingat aku. Kamu mencari aku dan
mengirimi aku pesan singkat, walaupun itu hanya menanyakan sebuah kabar atau
basa basi kikuk untuk tetap menjalin silahturahmi.
Setiap
malam aku hanya berharap, bersimpuh kepada-Nya, agar suatu hari nanti aku dapat
benar – benar bisa memelukmu, aku bisa memeluk cintamu, hatimu. Tidak seperti
sekarang yang hanya bisa memelukmu dengan d’oa.
No comments:
Post a Comment