Tuesday, 28 October 2014

Aku Dan Kamu 16



Aku tidak mengerti apa maksudmu, bagaimana arti tingkahmu, dan apa yang selama ini kamu lakukan untukku.  Aku tidak mengerti tentang kedekatan kita selama ini. Aku tidak mengerti mengapa sampai bisa kamu mengucapkan kata itu, kata “Aku cinta padamu”. Aku tidak mengerti kata itu, walau aku tahu artinya apa. Aku tidak mengerti semua itu. Kalau memang orang yang benar kamu cinta itu aku, kenapa mesti aku?

Kamu manusia yang mendekati sempurna menurutku, terlalu berbeda denganku yang seperti ini. Terlalu baik, terlalu bagus dan terlalu jauh untuk diserasikan.  Jika kita disatukan, aku khawatir akan ada lidah yang protes akan kebersamaan kita. Dan bagiku itu akan membuat luka.

Kita seperti bumi dan langit. Bagiku,  terlalu jauh tetapi harapku kita saling berpengaruh.  Kita seperti air dan daratan, bagiku terlalu berbeda tetapi harapku kita saling berdekatan.  Kita seperti dua sisi sifat baik dan buruk manusia, bagiku bertolak belakang tetapi harapku itu ada dalam satu tempat, yaitu hati.

Jika menjalani cinta bersamamu, aku merasa kita seperti lembah grand canyon, kita berdampingan tetapi ada jurang yang begitu dalam berada diantara kita. Aku takut, jika perjuanganku seperti mendaki langit yang tidak berujung dan dan akhirnya hanya lelah tanpa arah.

Aku, hanya penulis sejuta teori cinta yang tertutup, mana ada yang mau dengan perangkai kata seperti aku, perangkai kata yang tidak diutarakan pada telinga dunia disana. Aku hanya gelandangan sebuah tulisan. Catatan usang yang tidak pernah terbaca. Kata yang terabaikan. 

Sedangkan kamu,  seorang punjangga yang diharapkan kehadirannya oleh orang banyak. Sebuah puisi yang banyak dikagumi semua orang. Mahakarya dari pensyair legendaris yang selalu diingat sepanjang jalan. Syair yang mampu menyentuh hati setiap insan yang ada dimuka bumi ini. Nyatanya seperti itu. Apa kamu masih kurang paham keraguanku? 

Hanya satu hal  yang membuat aku diselimuti ragu “Aku merasa kurang pantas berada disisimu, mendampingimu, menemanimu”. Sedangkan disatu sisi hanya satu harapanku, “Aku berharap kalau si cantik dan buruk rupa itu tidak salah.” 

Aku berharap kalau tidak ada yang salah. Nyatanya memang benar kalau cinta itu tidak salah. Kesalahan pada cinta ada, kalau kita salah menjalani cinta itu atau salah menjatuhkan cinta pada seseorang.

Inilah perbedaan kita, yang membuat jarak selalu ada diantara kita. Akan tetapi bukankah kita sama – sama tahu kalau perbedaan itu indah pada sebuah hubungan? 

Kalau memang kamu merasa yakin pada diriku, tolong buat aku menjadi sebuah kata mutiara meski itu hanya  ada pada hidupmu  saja. Sebuah kata sederhana, namun indah dan penuh makna, yang akan  membuat hidupmu jadi merasa sempurna :-)

Memeluk mu dengan do'a





Aku hanya laki laki dengan segala kekurangan. Aku tahu, aku bukanlah laki laki seperti yang kamu inginkan, seperti yang kamu impikan. Aku hanya laki laki biasa. Kita bertolak belakang. Dan aku paham, kenapa kamu bisa sampai pergi meninggalkan aku, bahkan sebelum kisah kita dimulai.

Pertemuan itu, membuat aku mengerti dan bisa merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Tanpa melihat cinta itu dengan siapa, tanpa meraba bagaimana dia, dan tanpa mendengarkan alasan apa bisa sampai jatuh cinta kepadanya. Pertemuan yang begitu cepat, begitu  berarti bagiku, meskipun tidak bagimu.

Kamu tahu? Kamu adalah wanita yang dapat merubah jalan hidupku. Menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menjadi laki laki  dewasa yang mampu ingat kepada-Nya. Walau kamu tidak ada niat untuk merubahku. Walau kamu tidak pernah ada lagi didekatku, dan melakukan perubahan itu. Tapi, sosokmu yang baik, sosokmu yang aku dambakan, membuat aku malu terhadap diriku sendiri.

Kamu tahu kenapa aku bisa berubah seperti ini? Sosokmu yang misterius, membuat aku penasaran untuk selalu mengikuti bagaimana hari – harimu, bagaimana kehidupanmu dan bagaimana kamu. Meskipun itu dari kejauhan. Meskipun kamu tidak pernah tahu itu. Sosokmu, telah menarik perasaanku. Perasaan yang selalu aku jaga untuk diriku sendiri selama ini. Sekarang harus aku bagi dengan seseorang, yaitu kamu. Walaupun kamu tidak menginginkan itu.

Hanya saja perasaan ini terlalu sederhana bagimu, sehingga selalu kau abaikan dan kau tinggalkan dengan menggantungkan harapan yang tidak benar – benar ada. Harapan yang tidak nyata tapi bagiku itu terasa.

Kamu terlalu jauh untuk aku rengkuh. Untuk aku gapai. Untuk aku kejar. Apalagi aku berharap bisa merengkuh perasaanmu yang tidak pernah bisa aku pahami itu. Bahkan tidak ada harapan untuk bisa memiliki itu.

Dari apa yang aku ceritakan, tak mungkin jika aku tidak memiliki perasaan lebih untukmu. Meski kamu tidak pernah mengingat aku dipikiranmu, tapi setiap malam aku hanya berharap suatu hari nanti kamu ingat aku. Kamu mencari aku dan mengirimi aku pesan singkat, walaupun itu hanya menanyakan sebuah kabar atau basa basi kikuk untuk tetap menjalin silahturahmi.

Setiap malam aku hanya berharap, bersimpuh kepada-Nya, agar suatu hari nanti aku dapat benar – benar bisa memelukmu, aku bisa memeluk cintamu, hatimu. Tidak seperti sekarang yang hanya bisa memelukmu dengan d’oa.

kita naif

Kita tidak tahu entah sampai kapan bisu dengan penyesalan kita masing – masing. Sejujurnya, aku tahu bagaimana perasaanmu kepadaku, aku tahu betul kamu. Ya, aku tahu betul. Sejujurnya aku juga merasakan apa yang kamu rasakan selama ini. Sejujurnya aku paham betul kalau hati kita masing – masing selalu diselimuti ragu akibat penyesalan dimasa lampau yang membuat kita selalu jauh walau saling menyayangi.

Aku mengerti, aku bisa mengerti keadaan ini. Dan aku bisa menjalani semuanya. Aku mengerti kita tersiksa dengan perasaan kita masing – masing. Aku mengerti apa yang selalu ada dibenakmu. Aku mengerti perasaanmu. Sekarang aku mengerti kalau memang benar air dan minyak tidak akan pernah bisa bersatu. Seperti apa kata kamu.

Aku mengerti. Tetapi tolong ! Jaga juga perasaan aku ! aku hanya ingin kamu menjaga perasaanku untuk tidak bermesraan dengan orang lain dihadapanku. Ini yang membuat aku selalu merasa tersiksa. Kita tidak pernah berusaha memperbaiki semuanya, akan tetapi kita masing-masing sibuk mencari cinta yang lain untuk tempat mengobati. Mungkin kamu bisa, tetapi tidak dengan aku. Aku tersiksa.

Aku tahu, kamu melakukan itu semua agar aku menjauhimu, agar aku tidak mengharapkanmu lagi. Jelas mengharapkanmu hanya membuang waktuku, menunggu hal yang tidak mungkin untuk ditunggu. Aku tahu kamu melakukan ini karena kamu menyayangiku walau kamu harus melihat air mataku.

Aku tahu kalaupun kita bisa bersama – sama kembali, keadaannya tidak akan berubah seperti dulu lagi. Dan kita membiarkan itu, semakin jauh untuk bisa diperbaiki. Untuk bisa lebih baik lagi. Dan kamu membiarkan itu, membiarkan aku tidak mengenal kamu lagi. Membiarkan aku semakin jauh darimu dan benar benar tidak mengenal kamu lagi.