Thursday, 9 May 2013



APABILA PANDANGANMU BERPAPASAN DENGAN PANDANGAN MATA ORANG LAIN , SAPA DENGAN SEBUAH SENYUMAN DAN SAPAAN LEMBUT .

                Ini adalah salah satu teknik inti dari seni damai bermartabat . Kita dilahir kan dengan 2 (dua) mata di depan , karena kita tidak boleh melihat ke belakang  . artinya pandang lah masa depan kita . Makna 2 (dua) buah telinga di kana dan di kiri , supaya kita bias mendengarkan dari dua buah sisi untuk mengumpulkan pujian dan kritik , dan menyeleksi mana yang benardan mana yang salah . Karena apa yang kita dengar belum tentu suatu kebenaran .
                Banyak manusia yang tak mengerti , raga ini di berikan Allah swt untuk berbuat kebijakan , tapi yang dilakukan adalah sebaliknya .
                Anugerah jabatan yang diberiakn untuk menegakkan  keadilan dan kedamaian dipergunakan kesewenang-senangan . Polisi  - jaksa dan para penegak hukum lain , termasuk orangyang mengaku wakil rakyat  . Sumpahnya demi  Tuhan , padahal Tuhan tak perlu duit .
                Segala  tatanan dibolak –balik hanya untuk kebenaran diri dan sebaliknya , lawan dijadikan kambing hitam hanya untuk menutupi kerakusannya .
                Ajaran kitab suci yang seharusnya dijalani justru disamarkan dan diperdebatkan , janji sebagai penegak hokum hanya lah sebagai lalapan saat berpidato , uang pajak yang dipungut masuk ke rekening pribadi .duit hasil dari membeking perjudian dikumpulkan untuk meraih kedudukan , uang hasil korupsi dikikis secara paksa lewat pasal KUHP .
                Inilah kemerosotan jiwa manusia saat ini  . Inilah kehidupan dituh polri , kejaksaan dan kehakiman serta wakil rakyat . Cerita zaman masehi dulu , ada sebuah raja yang teramat kaya , namanya  Raja samber ,ia menamakan dirinya samber demi memuaskan hatinya .
                Raja samber itu itu sebelum ajal menjemput  menulis surat wasiat  , kalau harta benda , kekayaan bahkan para selir bukan lah segalanya . Apa yang diperoleh di negeri ini hanya sebuah mimpi panjang .
                Kepada pengikut setianya Raja Samber meminta agar kelak kalau meninggal diantar ke pemakaman “ tangannya dikeluarkan dari kung batang “ agar manusia melihat saat berpulang  tak membawa apapun .
                Dalam wasiatnya Raja Samber berpesan pada keturunannya agar kelak menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang banyak , itu lebih bermakna dari hidup dengan menghalalkan cara .

                MAKNAI LAH SEBUAH HIDUP DENGAN KEJUJURAN
Arya Cahyadi