Aku tidak mengerti apa maksudmu,
bagaimana arti tingkahmu, dan apa yang selama ini kamu lakukan untukku. Aku tidak mengerti tentang kedekatan kita
selama ini. Aku tidak mengerti mengapa sampai bisa kamu mengucapkan kata itu,
kata “Aku cinta padamu”. Aku tidak mengerti kata itu, walau aku tahu artinya
apa. Aku tidak mengerti semua itu. Kalau memang orang yang benar kamu cinta itu
aku, kenapa mesti aku?
Kamu manusia yang mendekati sempurna
menurutku, terlalu berbeda denganku yang seperti ini. Terlalu baik, terlalu
bagus dan terlalu jauh untuk diserasikan.
Jika kita disatukan, aku khawatir akan ada lidah yang protes akan
kebersamaan kita. Dan bagiku itu akan membuat luka.
Kita seperti bumi dan langit.
Bagiku, terlalu jauh tetapi harapku kita
saling berpengaruh. Kita seperti air dan
daratan, bagiku terlalu berbeda tetapi harapku kita saling berdekatan. Kita seperti dua sisi sifat baik dan buruk
manusia, bagiku bertolak belakang tetapi harapku itu ada dalam satu tempat,
yaitu hati.
Jika menjalani cinta bersamamu, aku
merasa kita seperti lembah grand canyon, kita berdampingan tetapi ada jurang
yang begitu dalam berada diantara kita. Aku takut, jika perjuanganku seperti
mendaki langit yang tidak berujung dan dan akhirnya hanya lelah tanpa arah.
Aku, hanya penulis sejuta teori
cinta yang tertutup, mana ada yang mau dengan perangkai kata seperti aku,
perangkai kata yang tidak diutarakan pada telinga dunia disana. Aku hanya
gelandangan sebuah tulisan. Catatan usang yang tidak pernah terbaca. Kata yang
terabaikan.
Sedangkan kamu, seorang punjangga yang diharapkan
kehadirannya oleh orang banyak. Sebuah puisi yang banyak dikagumi semua orang.
Mahakarya dari pensyair legendaris yang selalu diingat sepanjang jalan. Syair
yang mampu menyentuh hati setiap insan yang ada dimuka bumi ini. Nyatanya
seperti itu. Apa kamu masih kurang paham keraguanku?
Hanya satu hal yang membuat aku diselimuti ragu “Aku merasa
kurang pantas berada disisimu, mendampingimu, menemanimu”. Sedangkan disatu
sisi hanya satu harapanku, “Aku berharap kalau si cantik dan buruk rupa itu
tidak salah.”
Aku berharap kalau tidak ada yang
salah. Nyatanya memang benar kalau cinta itu tidak salah. Kesalahan pada cinta
ada, kalau kita salah menjalani cinta itu atau salah menjatuhkan cinta pada
seseorang.
Inilah perbedaan kita, yang membuat
jarak selalu ada diantara kita. Akan tetapi bukankah kita sama – sama tahu
kalau perbedaan itu indah pada sebuah hubungan?
Kalau memang kamu merasa yakin pada
diriku, tolong buat aku menjadi sebuah kata mutiara meski itu hanya ada pada hidupmu saja. Sebuah kata sederhana, namun indah dan
penuh makna, yang akan membuat hidupmu
jadi merasa sempurna :-)