Kita tidak tahu entah sampai kapan bisu
dengan penyesalan kita masing – masing. Sejujurnya, aku tahu bagaimana
perasaanmu kepadaku, aku tahu betul kamu. Ya, aku tahu betul. Sejujurnya aku
juga merasakan apa yang kamu rasakan selama ini. Sejujurnya aku paham betul
kalau hati kita masing – masing selalu diselimuti ragu akibat penyesalan dimasa
lampau yang membuat kita selalu jauh walau saling menyayangi.
Aku mengerti, aku bisa mengerti keadaan
ini. Dan aku bisa menjalani semuanya. Aku mengerti kita tersiksa dengan
perasaan kita masing – masing. Aku mengerti apa yang selalu ada dibenakmu. Aku
mengerti perasaanmu. Sekarang aku mengerti kalau memang benar air dan minyak tidak
akan pernah bisa bersatu. Seperti apa kata kamu.
Aku mengerti. Tetapi tolong ! Jaga juga
perasaan aku ! aku hanya ingin kamu menjaga perasaanku untuk tidak bermesraan
dengan orang lain dihadapanku. Ini yang membuat aku selalu merasa tersiksa.
Kita tidak pernah berusaha memperbaiki semuanya, akan tetapi kita masing-masing
sibuk mencari cinta yang lain untuk tempat mengobati. Mungkin kamu bisa, tetapi
tidak dengan aku. Aku tersiksa.
Aku tahu, kamu melakukan itu semua agar
aku menjauhimu, agar aku tidak mengharapkanmu lagi. Jelas mengharapkanmu hanya
membuang waktuku, menunggu hal yang tidak mungkin untuk ditunggu. Aku tahu kamu
melakukan ini karena kamu menyayangiku walau kamu harus melihat air mataku.
Aku tahu kalaupun kita bisa bersama –
sama kembali, keadaannya tidak akan berubah seperti dulu lagi. Dan kita
membiarkan itu, semakin jauh untuk bisa diperbaiki. Untuk bisa lebih baik lagi.
Dan kamu membiarkan itu, membiarkan aku tidak mengenal kamu lagi. Membiarkan
aku semakin jauh darimu dan benar benar tidak mengenal kamu lagi.
No comments:
Post a Comment