APABILA PANDANGANMU BERPAPASAN DENGAN
PANDANGAN MATA ORANG LAIN , SAPA DENGAN SEBUAH SENYUMAN DAN SAPAAN LEMBUT .
Ini
adalah salah satu teknik inti dari seni damai bermartabat . Kita dilahir kan dengan 2 (dua)
mata di depan , karena kita tidak boleh melihat ke belakang . artinya pandang lah masa depan kita . Makna
2 (dua) buah telinga di kana dan di kiri , supaya kita bias mendengarkan dari
dua buah sisi untuk mengumpulkan pujian dan kritik , dan menyeleksi mana yang
benardan mana yang salah . Karena apa yang kita dengar belum tentu suatu
kebenaran .
Banyak
manusia yang tak mengerti , raga ini di berikan Allah swt untuk berbuat
kebijakan , tapi yang dilakukan adalah sebaliknya .
Anugerah
jabatan yang diberiakn untuk menegakkan
keadilan dan kedamaian dipergunakan kesewenang-senangan . Polisi - jaksa dan para penegak hukum lain ,
termasuk orangyang mengaku wakil rakyat
. Sumpahnya demi Tuhan , padahal
Tuhan tak perlu duit .
Segala tatanan dibolak –balik hanya untuk kebenaran
diri dan sebaliknya , lawan dijadikan kambing hitam hanya untuk menutupi
kerakusannya .
Ajaran
kitab suci yang seharusnya dijalani justru disamarkan dan diperdebatkan , janji
sebagai penegak hokum hanya lah sebagai lalapan saat berpidato , uang pajak
yang dipungut masuk ke rekening pribadi .duit hasil dari membeking perjudian
dikumpulkan untuk meraih kedudukan , uang hasil korupsi dikikis secara paksa
lewat pasal KUHP .
Inilah
kemerosotan jiwa manusia saat ini .
Inilah kehidupan dituh polri , kejaksaan dan kehakiman serta wakil rakyat .
Cerita zaman masehi dulu , ada sebuah raja yang teramat kaya , namanya Raja samber ,ia menamakan dirinya samber demi
memuaskan hatinya .
Raja
samber itu itu sebelum ajal menjemput menulis
surat wasiat , kalau harta benda ,
kekayaan bahkan para selir bukan lah segalanya . Apa yang diperoleh di negeri
ini hanya sebuah mimpi panjang .
Kepada
pengikut setianya Raja Samber meminta agar kelak kalau meninggal diantar ke
pemakaman “ tangannya dikeluarkan dari kung batang “ agar manusia melihat saat
berpulang tak membawa apapun .
Dalam
wasiatnya Raja Samber berpesan pada keturunannya agar kelak menjadi manusia
yang bermanfaat bagi orang banyak , itu lebih bermakna dari hidup dengan
menghalalkan cara .
MAKNAI
LAH SEBUAH HIDUP DENGAN KEJUJURAN
Arya Cahyadi
No comments:
Post a Comment